Memahami Perbedaan Tailscale dan ZeroTier: Mana Jaringan Mesh VPN yang Tepat untuk Anda?

No comments
Memahami Perbedaan Tailscale dan ZeroTier: Mana Jaringan Mesh VPN yang Tepat untuk Anda?

Halo sobat digital! Pernahkah Anda merasa frustrasi saat mencoba mengakses file di rumah saat sedang bepergian? Atau mungkin Anda adalah bagian dari tim developer yang butuh cara aman dan simpel untuk terhubung ke server development tanpa harus pusing dengan konfigurasi VPN tradisional yang rumit? Jika ya, Anda tidak sendirian. Di era kerja remote dan ekosistem digital yang serba terhubung ini, kebutuhan akan konektivitas yang aman, privat, dan mudah diatur menjadi semakin penting. Jika Anda belum familiar dengan konsep dasarnya, Anda bisa membaca tentang Apa Itu VPN? untuk mendapatkan gambaran umum.

Nah, di sinilah konsep jaringan Mesh VPN atau Overlay masuk sebagai pahlawan. Lupakan sejenak kerumitan VPN konvensional yang butuh server pusat dan konfigurasi yang bikin pening. Bayangkan sebuah jaring laba-laba tak terlihat yang menghubungkan semua perangkat Anda—laptop, PC, server, bahkan ponsel—seolah-olah mereka semua berada dalam satu ruangan yang sama, di jaringan lokal yang sama, di mana pun lokasinya di seluruh dunia. Keren, kan?

Dua nama besar yang sering muncul dalam dunia ini adalah Tailscale dan ZeroTier. Keduanya menawarkan solusi canggih untuk masalah ini, tetapi dengan pendekatan dan filosofi yang sangat berbeda. Memilih di antara keduanya bisa terasa seperti memilih antara dan Android; keduanya hebat, tapi dirancang untuk tipe pengguna yang berbeda.

Dalam artikel super lengkap ini, kita akan mengupas tuntas dunia Tailscale dan ZeroTier. Kita tidak hanya akan melihat apa itu mereka, tetapi juga menyelami cara kerjanya, membandingkan fitur-fiturnya secara langsung, dan yang terpenting, membantu Anda memutuskan mana yang paling cocok untuk kebutuhan spesifik Anda. Siap untuk petualangan jaringan ini? Mari kita mulai!

 

Table of Content Tampilkan

Apa Itu Jaringan Mesh VPN? Sebuah Analogi Sederhana

Sebelum kita terjun lebih dalam ke Tailscale dan ZeroTier, mari kita samakan persepsi dulu tentang apa itu jaringan Mesh VPN.

Bayangkan Anda dan teman-teman Anda memiliki klub rahasia. Setiap anggota klub memiliki cincin khusus. Ketika Anda memakai cincin itu, Anda bisa langsung berbicara dengan anggota klub lain seolah-olah mereka ada di sebelah Anda, tidak peduli seberapa jauh jaraknya. Anda tidak perlu berteriak di tempat umum ( publik) atau menggunakan kurir (server VPN pusat) untuk setiap pesan. Cincin itu menciptakan koneksi pribadi dan langsung di antara kalian.

Itulah ide dasar dari Mesh VPN. Setiap perangkat yang Anda “undang” ke jaringan Anda (laptop, server, dll.) akan mendapatkan “cincin” digitalnya sendiri. Perangkat lunak Mesh VPN kemudian secara cerdas menemukan jalur terpendek dan paling efisien untuk menghubungkan perangkat-perangkat ini secara langsung (peer-to-peer), mengenkripsi semua komunikasi di sepanjang jalan. Cara kerja ini sedikit berbeda dari Fungsi VPN – Bagaimana Cara Kerjanya dan Apa Saja 3 Manfaatnya? yang biasanya mengandalkan server pusat. Hasilnya? Jaringan pribadi Anda sendiri yang “ditumpangkan” di atas internet publik.

Mengenal Tailscale Lebih Dekat: Kesederhanaan adalah Kunci

Mari kita mulai dengan Tailscale, si pendatang baru yang dengan cepat merebut hati banyak orang karena pendekatannya yang luar biasa sederhana.

Apa Esensi dari Tailscale?

Jika ZeroTier adalah sebuah toolkit konstruksi jaringan yang powerful, maka Tailscale adalah sebuah “kunci ajaib”. Filosofi utama Tailscale adalah membuat jaringan pribadi yang aman menjadi sangat mudah hingga terasa seperti sihir. Mereka menghilangkan kerumitan konfigurasi jaringan dan fokus pada identitas pengguna.

Analogi terbaik untuk Tailscale adalah seperti menambahkan semua perangkat Anda ke dalam daftar kontak teman dekat di Google atau Microsoft. Untuk terhubung, Anda hanya perlu login menggunakan akun yang sudah ada (misalnya, akun Gmail atau Office 365 Anda). Setelah login, semua perangkat yang menggunakan akun yang sama akan secara otomatis saling melihat dan dapat terhubung. Semudah itu. Tidak ada lagi pusing mengelola alamat IP manual atau kunci kriptografi yang rumit.

Baca juga :  5 Cara Memaksimalkan STB Indihome

Bagaimana Cara Kerja Tailscale?

Di balik kesederhanaannya, Tailscale berdiri di atas fondasi teknologi yang sangat solid dan modern.

Dibangun di Atas WireGuard®

Jantung dari Tailscale adalah WireGuard, sebuah VPN yang terkenal sangat cepat, ringan, dan aman. Tailscale tidak menciptakan protokol VPN-nya sendiri; mereka mengambil WireGuard yang sudah terbukti hebat dan membangun lapisan “manajemen ajaib” di atasnya. Ini adalah keputusan cerdas, karena mereka bisa fokus pada pengalaman pengguna (UX) sambil mengandalkan keamanan dan kecepatan kelas dunia dari WireGuard.

Peran Coordination Server (Control Plane)

Saat Anda login ke Tailscale, perangkat Anda akan terhubung ke Coordination Server milik Tailscale. Server ini tidak menangani Anda. Tugasnya hanyalah sebagai “mak comblang” atau perantara. Ia mengelola kunci enkripsi, mengatur siapa saja yang ada di jaringan Anda (berdasarkan akun login Anda), dan membantu perangkat Anda menemukan satu sama lain di internet. Setelah perangkat saling kenal, lalu lintas data akan mengalir secara langsung (peer-to-peer) jika memungkinkan, tanpa melalui server Tailscale. Inilah yang disebut pemisahan antara Control Plane (manajemen) dan Data Plane (lalu lintas data).

Fitur-Fitur Unggulan Tailscale

Selain kemudahan penggunaan, ada beberapa fitur yang membuat Tailscale begitu digemari.

  • MagicDNS: Fitur ini secara otomatis memberikan nama domain yang mudah diingat untuk setiap mesin di jaringan Anda. Jadi, alih-alih mengingat alamat IP seperti 100.115.92.104, Anda bisa mengakses server Anda dengan nama seperti server-rumah. Simpel dan manusiawi. Long-tail keyword: cara menggunakan MagicDNS Tailscale untuk homelab.
  • Access Control Lists (ACLs): Untuk keamanan, Anda bisa mendefinisikan aturan akses yang sangat detail. Misalnya, Anda bisa membuat aturan bahwa hanya laptop kerja Anda yang bisa mengakses server database, sementara ponsel Anda hanya bisa mengakses server Plex. Pengaturannya menggunakan format teks yang sederhana.
  • Zero Configuration: Ini adalah nilai jual utamanya. Anda cukup instal aplikasi Tailscale di semua perangkat Anda, login dengan akun Google, Microsoft, GitHub, dll., dan selesai. Jaringan Anda langsung terbentuk.
  • Tailscale SSH: Memungkinkan Anda melakukan koneksi SSH ke perangkat di jaringan Tailscale Anda dengan otentikasi berdasarkan identitas Tailscale, bukan lagi kunci SSH manual. Ini menyederhanakan manajemen akses server secara signifikan.

TailscalevsZerotier

Kelebihan dan Kekurangan Tailscale

Kelebihan Kekurangan
Sangat Mudah Diatur: Bisa siap dalam hitungan menit. Ketergantungan pada Penyedia Identitas: Harus menggunakan Google, Microsoft, dll.
Pengalaman Pengguna Terbaik: UI/UX bersih dan intuitif. Control Plane Terpusat: Server koordinasi dikelola oleh Tailscale (meski ada opsi open-source bernama Headscale).
Berbasis WireGuard: Cepat, modern, dan aman. Kurang Fleksibel untuk Jaringan Kompleks: Lebih cocok untuk model flat network.
Fitur MagicDNS & ACLs: Sangat berguna dan mudah dikonfigurasi. Kurang Kontrol Granular: Dibandingkan ZeroTier, opsinya lebih terbatas untuk para network engineer.

Menyelami ZeroTier: Kekuatan dan Fleksibilitas Tanpa Batas

Sekarang, mari kita beralih ke ZeroTier. Jika Tailscale adalah tentang kesederhanaan, ZeroTier adalah tentang kekuatan, fleksibilitas, dan kontrol penuh.

Apa Esensi dari ZeroTier?

ZeroTier mengambil pendekatan yang lebih mirip dengan dunia jaringan tradisional, tetapi membuatnya menjadi virtual dan global. Bayangkan Anda bisa menciptakan switch Ethernet virtual raksasa di awan. Anda bisa membuat banyak jaringan virtual (seperti di dunia fisik), dan setiap perangkat yang bergabung ke jaringan tersebut akan mendapatkan alamat IP virtual dan bisa berkomunikasi seolah-olah terhubung dengan kabel LAN.

ZeroTier tidak peduli dengan identitas pengguna (seperti akun Google). Ia peduli dengan identitas jaringan dan identitas perangkat. Setiap jaringan yang Anda buat memiliki ID unik 16 digit. Untuk bergabung, sebuah perangkat harus diotorisasi secara manual oleh administrator jaringan di dasbor ZeroTier. Ini memberikan tingkat kontrol yang sangat granular.

Bagaimana Cara Kerja ZeroTier?

Arsitektur ZeroTier sedikit lebih kompleks tetapi juga lebih terdesentralisasi dibandingkan Tailscale.

Protokol Kustom dan Virtual Layer 2

ZeroTier menggunakan protokolnya sendiri yang dirancang dari awal. Protokol ini sangat canggih dan mampu meniru fungsionalitas jaringan Layer 2 (Ethernet) di atas internet. Ini berarti Anda bisa menjalankan protokol-protokol yang biasanya hanya berfungsi di LAN, seperti multicast atau broadcast, di dalam jaringan ZeroTier Anda. Ini adalah pembeda besar dari Tailscale yang beroperasi di Layer 3. Long-tail keyword: perbedaan jaringan layer 2 dan layer 3 vpn.

Arsitektur Terdesentralisasi dengan Roots

ZeroTier menggunakan konsep root servers yang terdistribusi secara global. Server-server ini mirip dengan DNS root server untuk internet. Tugas mereka adalah membantu perangkat-perangkat di seluruh dunia untuk saling menemukan. Siapa pun bisa menjalankan root server sendiri (meskipun kebanyakan orang menggunakan yang disediakan oleh ZeroTier). Selain itu, network controller—komponen yang mengelola aturan dan anggota jaringan Anda—juga bisa Anda self-host. Ini berarti Anda bisa membangun sistem ZeroTier yang sepenuhnya berdaulat dan tidak bergantung pada infrastruktur perusahaan ZeroTier sama sekali.

Fitur-Fitur Unggulan ZeroTier

Kekuatan ZeroTier terletak pada fitur-fitur canggihnya.

  • Jaringan Virtual Tak Terbatas: Anda bisa membuat sebanyak mungkin jaringan virtual yang Anda butuhkan, masing-masing dengan rentang alamat IP dan aturannya sendiri. Ini sempurna untuk segmentasi—misalnya, satu jaringan untuk tim , satu untuk tim developer, dan satu lagi untuk manajemen.
  • Flow Rules Engine yang Powerful: Mirip dengan ACL di Tailscale, tetapi jauh lebih kuat. Anda bisa membuat aturan firewall yang sangat kompleks langsung di tingkat jaringan, mirip dengan iptables di Linux. Anda bisa memfilter lalu lintas berdasarkan tag, alamat MAC, dan banyak lagi.
  • Kemampuan Self-Hosting: Bagi mereka yang menginginkan kontrol penuh atau punya kebijakan privasi yang ketat, kemampuan untuk menjalankan network controller Anda sendiri adalah nilai jual yang sangat besar.
  • Dukungan Multicast & Broadcast: Karena beroperasi di Layer 2 virtual, ZeroTier mendukung lalu lintas multicast. Ini sangat penting untuk beberapa aplikasi seperti penemuan layanan (service discovery), game LAN, dan aplikasi lawas tertentu.
Baca juga :  3 Alasan Alamat IP WiFi Penting dalam Transfer Data

Kelebihan dan Kekurangan ZeroTier

Kelebihan Kekurangan
Sangat Fleksibel & Kuat: Bisa meniru topologi jaringan yang kompleks. Kurva Belajar Lebih Curam: Membutuhkan pemahaman dasar tentang konsep jaringan.
Kontrol Granular Penuh: Aturan firewall dan manajemen anggota yang detail. Pengaturan Lebih Manual: Membutuhkan otorisasi manual untuk setiap perangkat baru.
Opsi Self-Hosting: Bisa sepenuhnya independen dari layanan ZeroTier. UI/UX Kurang Intuitif: Dasbornya fungsional tetapi tidak sepoles Tailscale.
Dukungan Virtual Layer 2: Memungkinkan skenario penggunaan yang lebih luas. Bukan Berbasis WireGuard: Beberapa pengguna mungkin lebih preferensi pada WireGuard yang lebih modern dan simpel.

Perbandingan Langsung: Tailscale vs ZeroTier

Oke, kita sudah mengenal keduanya. Sekarang waktunya untuk duel! Mari kita adu mereka di berbagai kategori penting.

Kemudahan Penggunaan dan Pengaturan Awal

Di sini tidak ada perdebatan. Pemenangnya adalah Tailscale, dengan jarak yang sangat jauh. Proses instalasi dan login berbasis SSO (Single Sign-On) membuatnya luar biasa ramah bagi pemula. Anda tidak perlu tahu apa itu subnetting atau cara kerja otorisasi perangkat. Cukup login, dan semua berjalan.

ZeroTier, di sisi lain, memerlukan beberapa langkah tambahan. Anda harus membuat jaringan di dasbor, mendapatkan Network ID, menginstal klien di perangkat, bergabung ke jaringan dengan ID tersebut, lalu kembali ke dasbor untuk mengotorisasi perangkat baru. Proses ini tidak sulit bagi orang teknis, tetapi jelas lebih banyak langkah dibandingkan Tailscale.

Putusan: Jika prioritas utama Anda adalah “install dan lupakan”, pilih Tailscale.

Arsitektur dan Filosofi Desain

Ini adalah perbedaan paling fundamental di antara keduanya.

  • Tailscale (Point-to-Site/Mesh Layer 3): Fokusnya adalah menghubungkan perangkat milik seorang pengguna. Ia menciptakan jaringan datar (flat network) di mana setiap perangkat adalah warga kelas satu. Ia menggunakan WireGuard dan bergantung pada control plane terpusat (meski ada alternatif open-source).
  • ZeroTier (Virtual Global Area Network Layer 2): Fokusnya adalah menciptakan jaringan virtual yang bisa Anda kelola. Ia meniru switch Ethernet, memberikan Anda kekuatan untuk membangun topologi yang kompleks, jembatan (bridging) antar jaringan fisik, dan banyak lagi. Arsitekturnya lebih terdesentralisasi.

Putusan: Tailscale lebih seperti “konektor perangkat pribadi”, sementara ZeroTier lebih seperti “pembangun jaringan virtual”. Pilihlah filosofi yang paling sesuai dengan tujuan Anda.

Performa dan Kecepatan

Ini kategori yang rumit. Secara teori, keduanya sangat cepat karena mereka sama-sama berusaha keras untuk membuat koneksi peer-to-peer (P2P) langsung antar perangkat untuk menghindari latensi.

  • Tailscale mendapat keuntungan dari kecepatan mentah dan efisiensi WireGuard.
  • ZeroTier memiliki protokol yang sangat canggih untuk melakukan traversal (proses menembus firewall rumahan), yang terkadang bisa menemukan jalur P2P yang lebih baik dalam kondisi jaringan yang sulit.

Dalam penggunaan di dunia nyata, perbedaan kecepatan seringkali tidak signifikan dan lebih banyak dipengaruhi oleh kualitas koneksi internet Anda daripada oleh perangkat lunak itu sendiri. Keduanya jauh lebih cepat daripada VPN tradisional yang melewatkan semua lalu lintas melalui satu server pusat.

Putusan: Seri. Keduanya menawarkan performa yang luar biasa untuk sebagian besar kasus penggunaan.

Keamanan

Keduanya dirancang dengan keamanan sebagai prioritas utama dan menggunakan enkripsi end-to-end yang kuat. Perbedaannya terletak pada model keamanannya. Perlindungan data adalah tujuan utama, dan ada banyak 4 Cara Layanan Jaringan Virtual Melindungi Privasi Anda! yang bisa dipelajari dari pendekatan mereka.

  • Keamanan Tailscale terikat erat dengan Penyedia Identitas (IdP) Anda. Jika akun Google Anda aman (menggunakan 2FA, kata sandi kuat), maka jaringan Tailscale Anda juga aman. Keamanannya berpusat pada identitas pengguna. ACL-nya menyediakan cara yang bagus untuk menerapkan kebijakan zero trust.
  • Keamanan ZeroTier berpusat pada jaringan. Keamanannya berasal dari kriptografi yang kuat untuk identitas perangkat dan jaringan, serta kemampuan untuk membuat aturan firewall yang sangat detail menggunakan Flow Rules Engine. Dengan opsi self-host, Anda bisa menghilangkan ketergantungan pada pihak ketiga mana pun.

Putusan: Keduanya sangat aman. Tailscale lebih mudah untuk diamankan bagi pengguna individu dengan mengandalkan keamanan IdP. ZeroTier menawarkan keamanan yang lebih dapat diaudit dan dikontrol secara mandiri untuk lingkungan perusahaan atau pengguna yang paranoid.

Model Harga dan Paket Gratis

Keduanya menawarkan paket gratis yang sangat murah hati.

  • Tailscale “Personal”: Gratis untuk 1 pengguna, hingga 100 perangkat, dan 1 subnet. Sangat cukup untuk penggunaan pribadi dan homelab.
  • ZeroTier “Basic”: Gratis hingga 25 perangkat dalam jaringan publik. Jika Anda melakukan self-host network controller, Anda bisa memiliki jumlah perangkat dan jaringan tak terbatas secara gratis (hanya membayar biaya server Anda sendiri).

Untuk paket berbayar, model harganya kompetitif dan ditujukan untuk tim dan perusahaan.

Putusan: Untuk penggunaan individu, paket gratis Tailscale mungkin sedikit lebih unggul (100 vs 25 perangkat). Namun, untuk pengguna mahir yang ingin self-host, ZeroTier menawarkan potensi tak terbatas secara gratis.

Baca juga :  Pengertian Trunk dan Fungsinya dalam Jaringan Internet

Studi Kasus: Kapan Sebaiknya Memilih Tailscale? Kapan ZeroTier Jadi Pilihan?

Pilih Tailscale Jika…

  • Anda seorang developer atau penggemar homelab: Anda ingin cara super cepat untuk mengakses server Plex, Home Assistant, atau mesin development Anda dari mana saja tanpa pusing. Long-tail keyword: cara aman akses home assistant dari luar rumah.
  • Anda adalah tim startup kecil: Anda butuh cara simpel untuk memberikan akses aman ke sumber daya internal (misalnya, server staging atau database) kepada tim Anda tanpa perlu merekrut seorang network engineer.
  • Prioritas Anda adalah kemudahan penggunaan: Anda tidak punya waktu atau keinginan untuk belajar konsep jaringan yang rumit. Anda hanya ingin solusi yang “langsung bekerja”.
  • Anda sudah nyaman dengan ekosistem Google, Microsoft, atau GitHub: Menggunakan akun yang sudah ada untuk otentikasi adalah sebuah keuntungan besar bagi Anda.

Pilih ZeroTier Jika…

  • Anda seorang DevOps atau Network Engineer: Anda perlu membangun topologi jaringan virtual yang kompleks, menghubungkan beberapa situs cloud dan kantor fisik, serta menerapkan aturan firewall yang sangat spesifik.
  • Anda sedang membangun proyek IoT: Anda perlu menghubungkan ratusan atau ribuan perangkat di lapangan ke server pusat dengan cara yang aman dan terkelola, mungkin dengan dukungan multicast.
  • Anda butuh kontrol penuh dan kedaulatan data (self-hosting): Kebijakan perusahaan atau pribadi Anda menuntut agar tidak ada komponen infrastruktur kritis yang bergantung pada pihak ketiga.
  • Anda perlu menjembatani (bridge) jaringan: Anda ingin menghubungkan dua jaringan LAN fisik yang berada di lokasi berbeda seolah-olah mereka berada di satu jaringan yang sama.

Kesimpulan: Bukan Tentang Mana yang Lebih Baik, Tapi Mana yang Lebih Tepat

Setelah perjalanan panjang ini, jelas bahwa tidak ada jawaban “satu untuk semua”. Tailscale dan ZeroTier bukanlah musuh bebuyutan; mereka adalah dua alat luar biasa dengan filosofi desain yang berbeda untuk memecahkan masalah yang serupa.

Tailscale adalah pisau Swiss yang elegan dan modern. Ia melakukan beberapa hal dengan sangat, sangat baik, dan membungkusnya dalam paket yang indah dan mudah digunakan. Ia adalah pilihan sempurna untuk 90% pengguna individu, tim kecil, dan siapa saja yang menghargai kesederhanaan di atas segalanya.

ZeroTier adalah toolkit insinyur yang lengkap dan kuat. Ia memberikan Anda semua komponen dasar untuk membangun hampir semua jenis jaringan virtual yang bisa Anda bayangkan. Ia menuntut lebih banyak dari Anda dalam hal pengetahuan, tetapi sebagai imbalannya, ia memberikan fleksibilitas dan kekuatan yang tak tertandingi.

Jadi, pertanyaan sebenarnya bukanlah “mana yang lebih unggul?”, melainkan “masalah apa yang ingin saya selesaikan?”. Jawablah pertanyaan itu, dan pilihan antara Tailscale dan ZeroTier akan menjadi jauh lebih jelas.

Untuk memulai petualangan Anda, Anda bisa langsung mengunjungi situs web resmi mereka. Cek langsung Tailscale di https://tailscale.com/ dan ZeroTier di https://www.zerotier.com/ untuk melihat dokumentasi, mengunduh klien, dan mendaftar. Selamat membangun jaringan pribadi Anda!


Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Bisakah saya menggunakan Tailscale dan ZeroTier secara bersamaan di komputer yang sama?

Ya, tentu saja. Keduanya beroperasi sebagai antarmuka jaringan virtual yang terpisah di sistem operasi Anda. Anda bisa terhubung ke jaringan Tailscale untuk mengakses homelab pribadi Anda, dan pada saat yang sama terhubung ke jaringan ZeroTier untuk pekerjaan kantor, tanpa ada konflik di antara keduanya.

2. Mana yang lebih baik untuk bermain game dengan teman secara online seolah-olah sedang LAN party?

Untuk kasus ini, ZeroTier seringkali memiliki sedikit keunggulan. Karena kemampuannya untuk beroperasi di Layer 2 virtual, ia lebih baik dalam menangani lalu lintas broadcast dan multicast yang sering digunakan oleh game lawas untuk fitur penemuan “LAN Game”. Namun, Tailscale juga bisa berfungsi dengan baik untuk banyak game modern yang hanya membutuhkan konektivitas IP langsung.

3. Apakah saya perlu khawatir tentang keamanan jika saya menggunakan penyedia identitas seperti Google untuk Tailscale?

Model keamanan Tailscale sangat bergantung pada keamanan akun IdP Anda. Selama Anda mengaktifkan Otentikasi Dua Faktor (2FA) dan menggunakan kata sandi yang kuat di akun Google/Microsoft Anda, model ini sangat aman. Justru, ini memindahkan tanggung jawab keamanan login ke perusahaan raksasa yang memiliki tim keamanan terbaik di dunia.

4. Seberapa sulit untuk melakukan self-host controller ZeroTier atau Headscale (alternatif Tailscale)?

Melakukan self-host memerlukan pengetahuan teknis tingkat menengah. Anda perlu nyaman menggunakan baris perintah Linux, memahami Docker atau cara mengkompilasi perangkat lunak, dan tahu cara mengamankan server yang terhubung ke internet (misalnya, mengatur firewall dan DNS). Ini bukanlah untuk pemula, tetapi ada banyak panduan bagus di internet untuk membantu Anda jika Anda ingin mencobanya.

5. Selain Tailscale dan ZeroTier, adakah alternatif lain yang patut dipertimbangkan?

Tentu saja. Dunia jaringan overlay cukup luas. Beberapa alternatif populer lainnya termasuk Netmaker (yang juga berbasis WireGuard dan menekankan pada kecepatan dan otomatisasi), Nebula (proyek open-source dari Slack yang fokus pada skalabilitas dan keamanan), dan SoftEther VPN (proyek akademis yang sangat fleksibel). Namun, untuk kemudahan penggunaan dan dukungan komunitas, Tailscale dan ZeroTier tetap menjadi dua pemain teratas saat ini.

 

Also Read

Bagikan:

Tinggalkan komentar