Mengenal 3 Jenis Bridge Jaringan: Sejarah, Prinsip dan Manfaatnya!

No comments
Bridge Jaringan
Bridge Jaringan
Menggunakan.idadalah salah satu perangkat dalam yang berfungsi untuk menghubungkan dua atau lebih segmen yang menggunakan yang sama menjadi satu jaringan yang lebih besar. Dengan kata lain, bridge bekerja pada lapisan data link (lapisan 2 dalam model OSI) untuk mengatur aliran lalu lintas data antar segmen jaringan yang berbeda.
Bridge Jaringan

 

Sejarah Perkembangan Bridge Jaringan

Sebelum kita membahas Bridge jaringan. Pada awalnya, jaringan komputer terdiri dari satu segmen tunggal yang memungkinkan semua perangkat di dalamnya untuk berkomunikasi secara langsung. Namun, seiring dengan pertumbuhan jaringan, kebutuhan akan pemisahan lalu lintas jaringan muncul untuk meningkatkan kinerja dan .

Pada tahun 1980-an, bridge mulai dikembangkan sebagai solusi untuk menghubungkan beberapa segmen jaringan yang terpisah dan memungkinkan perangkat dalam satu segmen jaringan untuk berkomunikasi dengan perangkat dalam segmen lainnya. Kemajuan teknologi bridge kemudian membawa peningkatan signifikan dalam skala dan efisiensi jaringan komputer modern.

Baca juga :  IPS Firewall

Prinsip Kerja Bridge Jaringan

Bridge Jaringan bekerja dengan cara mengidentifikasi alamat MAC dari setiap perangkat yang terhubung ke dalam segmen jaringan. Saat sebuah frame data dikirimkan melalui jaringan, bridge akan memeriksa alamat MAC tujuan dari frame tersebut. Jika alamat MAC tujuan terletak pada segmen jaringan yang sama dengan sumber frame, bridge tidak melakukan tindakan apa pun. Namun, jika alamat MAC tujuan berada di segmen jaringan yang berbeda, bridge akan meneruskan frame tersebut ke segmen yang tepat.

Secara lebih teknis, bridge menggunakan tabel alamat atau tabel switching untuk menyimpan informasi alamat MAC perangkat-perangkat yang terhubung. Proses belajar (learning) terjadi ketika bridge pertama kali menyaksikan frame dari perangkat yang belum pernah dilihat sebelumnya. Bridge akan memasukkan alamat MAC perangkat tersebut ke dalam tabel alamatnya untuk digunakan pada transmisi data berikutnya.

Jenis-jenis Bridge Jaringan

Berikut ini beberapa jenis Bridge Jaringan yang perlu kamu ketahui, di antaranya:

Baca juga :  5 Cara Kerja Internet Gateway: Penghubung Jaringan Komputer

1. Transparent Bridge

Jenis bridge paling umum yang biasanya diimplementasikan dalam jaringan LAN (Local Area ). Transparent bridge bekerja tanpa memerlukan konfigurasi tambahan dari pengguna. Bridge ini dapat menangani protokol yang sama maupun berbeda di setiap segmen jaringan yang dihubungkannya.

2. Source Bridge

Jenis bridge yang digunakan dalam jaringan Token Ring. Source Route Bridge memerlukan informasi khusus yang disediakan oleh sumber (source) untuk menentukan jalur yang tepat untuk meneruskan frame data.

3. Transparent Source-Route Bridge

Gabungan dari transparent bridge dan source route bridge yang mampu mengelola jaringan dengan protokol yang berbeda-beda.

Manfaat Bridge Jaringan

Penggunaan bridge dalam jaringan komputer memberikan beberapa manfaat yang signifikan. Berikut ini beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan saat menggunakan Bridge Jaringan, antara lain:

1. Segmentasi Jaringan

Bridge memungkinkan segmentasi jaringan yang lebih efektif, yang dapat mengurangi kemacetan lalu lintas dan meningkatkan kecepatan transmisi data.

2. Peningkatan Keamanan

Dengan memisahkan segmen jaringan, bridge membantu dalam membatasi akses perangkat-perangkat dalam jaringan, sehingga meningkatkan tingkat keamanan secara keseluruhan.

3. Meningkatkan Kinerja

Dengan mengelola lalu lintas jaringan secara efisien, bridge dapat meningkatkan kinerja jaringan secara keseluruhan, terutama dalam jaringan yang padat dan kompleks.

Baca juga :  Cara Setting Cloud Mikrotik dengan Mudah dan Cepat

Implementasi Bridge dalam Jaringan Modern

Dalam konteks jaringan modern, peran bridge telah mengalami evolusi signifikan seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan bisnis. Bridge saat ini tidak hanya menghubungkan segmen jaringan lokal, tetapi juga dapat menghubungkan jaringan berbasis Wi-Fi, jaringan berbasis fiber optik, serta jaringan dengan yang kompleks. Berikut ini beberapa implementasi bridge yang umum dijumpai saat ini meliputi:

– Wireless Bridge: Menghubungkan dua atau lebih jaringan wireless yang terpisah menjadi satu jaringan wireless yang lebih besar.

– Cloud Bridge: Menghubungkan jaringan lokal dengan layanan cloud untuk memfasilitasi akses dan integrasi data yang aman antara infrastruktur lokal dan cloud.

– Virtual Bridge: Digunakan dalam lingkungan virtualisasi untuk menghubungkan beberapa mesin virtual dengan jaringan fisik yang ada.

Kesimpulan

Bridge jaringan adalah komponen krusial dalam infrastruktur jaringan modern yang memungkinkan konektivitas yang efisien antar segmen jaringan. Dengan cara mengatur aliran lalu lintas data berdasarkan alamat MAC, bridge membantu meningkatkan kinerja, keamanan, dan skalabilitas jaringan komputer.

Also Read

Bagikan:

Leave a Comment