DNS Hijacking: Apa itu dan Bagaimana Cara Mencegahnya

No comments
DNS hijacking
DNS hijacking

Menggunakan.id – Sebagai pecinta teknologi, pernahkan kamu mendengar istilah hijacking? DNS hijacking adalah sebuah teknik serangan siber yang mengubah alamat dari sebuah situs web yang diminta oleh pengguna dengan alamat IP yang berbeda, biasanya milik situs web palsu atau berbahaya.

Tujuan dari serangan ini adalah untuk mengalihkan pengguna ke situs web yang tidak diinginkan, mencuri informasi pribadi, menyebarkan malware, atau melakukan aktivitas jahat lainnya.

Fungsi DNS Hijacking bagi

DNS hijacking dapat mempengaruhi fungsi jaringan dengan berbagai cara, tergantung pada jenis dan tujuan serangan. Berikut adalah beberapa contoh fungsi DNS hijacking bagi jaringan:

1. Pharming

Pharming adalah jenis DNS hijacking yang mengubah alamat IP dari sebuah situs web yang sah dengan alamat IP dari situs web palsu yang menyerupainya. Tujuan dari serangan ini adalah untuk menipu pengguna agar memasukkan informasi pribadi, seperti nama pengguna, kata sandi, nomor kartu kredit, atau data sensitif lainnya.

Baca juga :  Pengertian OSI Layer

Situs web palsu ini kemudian dapat menggunakan informasi tersebut untuk melakukan kejahatan seperti pencurian identitas, penipuan, atau peretasan akun.

2. Phishing

Phishing adalah jenis hijacking yang mengirimkan email palsu yang mengaku sebagai sumber yang terpercaya, seperti bank, perusahaan, atau lembaga pemerintah. Email ini biasanya berisi tautan atau lampiran yang mengarahkan pengguna ke situs web palsu yang meminta informasi pribadi atau mengunduh malware.

Tujuan dari serangan ini adalah untuk memanfaatkan rasa ingin tahu, ketakutan, atau keserakahan pengguna untuk mengelabui mereka agar memberikan informasi atau menginstal perangkat lunak berbahaya.

3. Redirection

Redirection adalah jenis DNS hijacking yang mengubah alamat IP dari sebuah situs web yang diminta oleh pengguna dengan alamat IP dari situs web lain yang tidak berhubungan atau tidak relevan.

Dan tujuan dari serangan ini adalah untuk mengganggu pengalaman pengguna, mengurangi lalu lintas situs web yang sah, atau meningkatkan lalu lintas situs web yang tidak diinginkan. Situs web yang dialihkan ini dapat berisi iklan, konten dewasa, konten radikal, atau konten ilegal.

Baca juga :  5 Panduan Menggunakan Firewall iMac! Lengkap!

Cara Mencegah DNS Hijacking

DNS hijacking
DNS hijacking

DNS hijacking dapat menimbulkan risiko besar bagi dan privasi pengguna, serta integritas dan reputasi situs web. Oleh karena itu, penting untuk mencegah dan mendeteksi serangan ini sebelum terlambat. Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah hijacking:

1. Menggunakan

HTTPS adalah yang mengenkripsi komunikasi antara browser dan , sehingga memastikan bahwa data yang dikirim dan diterima tidak dapat dimodifikasi atau disadap oleh pihak ketiga. HTTPS juga memberikan indikator visual, seperti gembok hijau atau nama domain berwarna, yang menunjukkan bahwa situs web yang dikunjungi adalah asli dan aman.

Pengguna harus selalu memeriksa apakah situs web yang mereka kunjungi menggunakan HTTPS, dan menghindari situs web yang tidak menggunakan protokol ini atau memberikan peringatan keamanan.

2. Menggunakan

layanan yang menyediakan koneksi jaringan yang aman dan anonim, sehingga memungkinkan pengguna untuk mengakses tanpa khawatir tentang penyadapan, penyensoran, atau pembatasan.

Dan VPN juga dapat mencegah hijacking dengan mengubah alamat IP pengguna dan mengarahkan permintaan DNS ke server yang tepercaya dan terenkripsi. Pengguna harus memilih VPN yang berkualitas, terpercaya, dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Baca juga :  3 Penerapan FortiGate Firewall: Keamanan Terbaik untuk Bisnis Kamu!

Kesimpulan

DNS hijacking adalah sebuah teknik serangan siber yang mengubah alamat IP dari sebuah situs web yang diminta oleh pengguna dengan alamat IP yang berbeda, biasanya milik situs web palsu atau berbahaya. hijacking dapat mempengaruhi fungsi jaringan dengan berbagai cara, seperti pharming, phishing, atau redirection.

Untuk mencegah DNS hijacking, pengguna dapat menggunakan HTTPS, VPN, atau DNS resolver yang aman. Dengan demikian, pengguna dapat menjaga keamanan dan privasi mereka saat berselancar di internet.

Also Read

Bagikan:

Leave a Comment