PSTN : Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya

No comments
pstn

PSTN : Public Switched Telephone

PSTN adalah singkatan dari Public Switched Telephone Network yang merupakan teknologi untuk berkomunikasi sebelum adanya smartphone. Pada saat itu, orang-orang berkomunikasi melalui telepon konvensional. Telepon ini hanya bisa diletakkan di satu tempat dan tidak bisa dibawa kemana-mana.

Apa Itu PSTN?

PSTN adalah teknologi komunikasi yang menghubungkan jutaan orang di seluruh dunia melalui saluran telepon konvensional. telepon ini sudah beroperasi secara umum sejak akhir tahun 1800-an. Layanan telepon rumah atau wartel hingga telepon koin di pinggir jalan memanfaatkan jaringan ini untuk dapat terhubung.

pstn

PSTN juga mampu beroperasi tanpa harus terhubung dengan dan tetap berfungsi meski listrik mati. Akan tetapi layanannya terbatas hanya pada memanggil dan menerima panggilan suara saja. Tidak bisa merekam panggilan ataupun panggilan konferensi.

Baca juga :  Instalasi Jaringan Komputer: Apa Itu, Mengapa, Ada 4 Cara Melakukannya!

Fungsi dan Komponen

Komponen utama dari jaringan PSTN adalah menggunakan kabel tembaga sebagai cara untuk mentransmisikan dari penelepon hingga sampai kepada penerima telepon. Fungsi dari kabel tembaga ini adalah mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik yang nantinya akan disalurkan kepada penerima telepon.

Proses pengubahan gelombang suara menjadi sinyal listrik hingga sampai ke penerima telepon ini melalui beberapa kantor. Ada beberapa kantor dalam sistem PSTN ini.

  1. Kantor Pusat

Kantor ini tergantung lokasi geografis dan berfungsi mengidentifikasi nomor yang sedang menghubungi dan mengarahkannya ke nomor tujuan yang benar.

  1. Kantor Tandem

Kantor ini untuk lokasi yang lebih luas dan terdiri dari beberapa kantor pusat yang bisa merutekan panggilan antar wilayah.

  1. Gerbang Internasional

Fungsinya untuk menghubungkan panggilan internasional.

Bagaimana Cara Kerja dari PSTN?

Lalu bagaimana dua orang bisa saling terhubung melalui telepon? Bagaimana saluran telepon tidak salah sambung saat menelepon seseorang? Bagaimana cara kerja dari telepon konvensional yang menggunakan kabel tembaga? PSTN adalah jawabannya. Berikut ini adalah langkah-langkah bagaimana telepon anda dapat tersambung.

  1. Anda menekan nomor telepon tujuan dan mendengar nada panggil
  2. Setelah panggilan diterima, telepon mengubah gelombang suara anda menjadi sinyal listrik
  3. Sinyal listrik ditransmisikan ke terminal lewat kabel tembaga
  4. Sinyal listrik dikirim terminal ke kantor pusat atau bursa lokal
  5. Kantor pusat menerima sinyal listrik dan menyalurkannya ke tujuan dalam bentuk pulsa cahaya atau listrik
  6. Saat panggilan sampai ke tujuan yang benar, pulsa diubah menjadi sinyal listrik
  7. Terminal merutekan panggilan ke nomor telepon tujuan
  8. Telepon tujuan menerima sinyal listrik dan mengubahnya menjadi gelombang suara yang dapat didengar oleh teman anda di seberang telepon
Baca juga :  SD-WAN : Pengertian dan Konsepnya

Proses tersebut terlihat cukup rumit, namun sejatinya berlangsung sangat cepat. Kecepatan proses PSTN ini memungkinkan anda dengan teman di seberang telpon berkomunikasi hampir secara real time.

Kelebihan dan Kekurangan dari PSTN

Sistem PSTN saat ini sudah memiliki penurunan permintaan pelanggan yang sangat drastis. Bahkan di beberapa negara maju sudah ada rencana untuk memberhentikan sistem PSTN mereka. Hal ini karena adanya teknologi komunikasi yang lebih canggih.

Kekurangan dari PSTN adalah membutuhkan perangkat yang cukup banyak untuk terintegrasi dan membutuhkan biaya yang lebih mahal. Selain itu, komunikasi yang terjalin juga terbatas pada suara saja. Sedangkan dengan internet, komunikasi sekarang berlangsung sangat cepat dan bahkan bisa berbentuk virtual.

Namun sistem ini juga memiliki kelebihan karena jaringannya tidak sering mengalami gangguan kemanan. PSTN juga tetap berfungsi meski koneksi internet buruk atau pemadaman listrik. Kelebihan ini menjadikan sistem PSTN ideal untuk layanan darurat seperti panggilan 911, alarm kebakaran, hingga layanan informasi medis.

Also Read

Bagikan:

Leave a Comment