Topologi RT RW Net : Penjelasan + Cara Lengkap

No comments

Halo sobat IT , sekarang admin akan memberikan informasi seputar RT RW Net. Untuk kamu yang penasaran terkait untuk skala rt bisa baca artikel ini nih, cocok banget buat kamu memulai usaha internet provider di desa kamu.

Dalam dunia jaringan, topologi menjadi salah satu aspek kunci yang menentukan bagaimana setiap perangkat dihubungkan satu sama lain dan bagaimana data dikomunikasikan. Khususnya dalam RT RW Net, topologi memainkan peran penting dalam menjamin kualitas dan kestabilan jaringan.

Baca Juga : 3 Macam Topologi Jaringan Fiber Optik dan Penjelasannya

Apa Itu Jaringan RT RW Net ?

Topologi RT RW Net

RT RW Net adalah konsep jaringan internet yang diterapkan pada skala komunitas atau lingkungan tertentu. Biasanya, jaringan ini dibangun di lingkungan perumahan, kompleks, atau kawasan tertentu dengan tujuan memberikan akses internet yang cepat, stabil, dan terjangkau bagi warganya. 

Baca juga :  2 Jenis Jenis Internet Standar yang Perlu Kamu Ketahui

Dengan adanya RT RW Net, masyarakat di suatu area dapat menikmati koneksi internet berkualitas tanpa harus mengandalkan penyedia layanan internet komersial.

Topologi RT RW Net

Topologi RT RW Net

Topologi jaringan menggambarkan bagaimana setiap elemen dalam jaringan (seperti komputer, router, dan switch) saling terhubung. Berikut beberapa topologi yang umum digunakan dalam Topologi RT RW Net:

1. Topologi Sederhana

Dalam topologi sederhana, komponen-komponen jaringan dihubungkan secara langsung dan linear. Misalnya:

  • Modem sebagai sumber internet dihubungkan ke Mikrotik.
  • Mikrotik selanjutnya dihubungkan ke Router Wireless.
  • Router Wireless bertugas mendistribusikan koneksi ke setiap pelanggan atau client.

Jika jaringan diperluas dengan banyak router dan memiliki jangkauan yang lebih luas, maka diperlukan tambahan perangkat seperti Switch. Dengan demikian, topologinya menjadi:

ISP > Mikrotik > Switch > Router > Pelanggan.

2. Topologi Level 1

Topologi level 1 biasanya digunakan oleh pemula atau jaringan dengan skala kecil. Dalam topologi ini:

  • Sumber internet (misalnya dari ISP) dihubungkan ke Mikrotik menggunakan kabel.
  • Mikrotik kemudian dihubungkan ke Router.
  • Router mendistribusikan koneksi internet ke setiap client atau pelanggan melalui jaringan wireless.
Baca juga :  Pengertian Quality of Service (QoS)

3. Topologi Level 2

Topologi level 2 lebih kompleks dan biasanya digunakan untuk jaringan dengan skala yang lebih besar. Ada dua variasi dalam Topologi RT RW Net ini:

Cara pertama: ISP > Mikrotik > Switch > Router > Client. Dalam skenario ini, Switch berfungsi sebagai perangkat yang mendistribusikan koneksi ke beberapa router.

Cara kedua: Sumber Internet > Mikrotik > Router > Router. Di sini, router kedua dihubungkan ke router pertama untuk mendistribusikan koneksi lebih lanjut.

4. Topologi Menggunakan Kabel Fiber Optik

Kabel fiber optik menawarkan kecepatan dan stabilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan kabel tembaga. Ada beberapa skenario Topologi RT RW Net yang menggunakan kabel fiber optik:

Topologi Fiber Optik Via HTB: Sumber Internet > Mikrotik > Switch > HTB A > Kabel Fiber > HTB B > Router > Client.

Topologi Fiber Optik Secara Paralel: ISP > Mikrotik > Switch > HTB A > Kabel > HTB B > Router dan seterusnya.

5. Topologi Jaringan RT RW Net Secara Wireless (PTP)

Selain kabel, jaringan juga dapat diperluas dengan teknologi wireless. Dalam topologi ini:

Baca juga :  Cloud Computing : Pengertian, Jenis, dan Cara Kerja

ISP > Mikrotik > Switch/Router > Router AP > Router Client > Router Wireless. Router AP dan Router Client biasanya menggunakan perangkat khusus seperti antena untuk transmisi jarak jauh.

Kesimpulan

Baca Juga : Packet Filtering Gateway Adalah : Pengertian, Cara Kerja & Manfaat

Memahami topologi RT RW Net adalah kunci untuk membangun jaringan yang stabil, cepat, dan dapat diandalkan. Dengan pemilihan topologi yang tepat sesuai kebutuhan dan skala jaringan, RT RW Net dapat memberikan layanan internet berkualitas bagi masyarakat.

Also Read

Bagikan:

Leave a Comment