Konfigurasi Vlan Trunking Protocol (VTP)

No comments
vlan trunking protocol

Protocol di , ( Trunking Protocol)

Pada zaman yang serba canggih ini komputer memang banyak digunakan untuk membantu melakukan aktivitas sehari-hari. Terutama Anda yang bekerja di kantor, tentunya sangat membutuhkan komputer. Banyaknya komputer yang digunakan di sebuah tempat bisa membentuk komputer, kemudian akan terdapat salah satunya VTP (Vlan Trunking Protocol).

Pengertian Vlan Trunking Protocol

Sebelum membahas mengenai Vlan Trunking Protocol, Anda bisa mengetahui apa itu pengertian Trunk terlebih dahulu. Trunk merupakan sebuah point to point link antara satu atau bahkan lebih ethernet switch interfaces dengan perangkat yang lain misalnya switch atau router.

Ethernet trunk sendiri bisa membawa data atau paket trunks dari berbagai Vlan hanya dengan menggunakan link. Tidak hanya itu, Vlan trunk bisa memungkikan terjadinya pertukaran data yang ada pada seluruh jaringan yang ada.

Dengan begitu, Vlan Trunking Protocol bisa diartikan sebuah metode yang mana sistem komunikasi tersebut bisa menyediakan akses jaringan yang bisa digunakan untuk banyak dengan menggunakan berbagai set garis atau juga frekuensi dan juga bisa dibilang tidak memberikan secara individu. Selain itu, ada beberapa jenis VTP yang ada pada jaringan komputer, antara lain:

Baca juga :  Teknologi Jaringan Nirkabel

Virtual Trunking Protocol

Pada virtual trunking protocol mempunyai fungsi yaitu untuk melakukan transmisi konfigurasi Vlan yang ada tersebut ke dalam seluruh Switch pada satu jaringan yang mempunyai VTP domain yang sama dan juga berjalan pada trunk link. Tidak hanya itu, VTP juga mempunyai beberapa komponen yang ada di dalamnya, yaitu:

VTP Domain

VTP domain adalah sekelompok switch yang saling melakukan berbagi informasi VTP. Hal ini berdasarkan tujuan utama yang ada ketika melakukan penerapan VTP yaitu memudahkan pengaturan switch agar bisa diatur menjadi suatu grup.

3 Mode dalam VTP

VTP mode yang akan digunakan pada switch ini bisa menentukan bagaimana suatu switch berinteraksi dengan switch VTP yang lainnya di dalam satu domain tersebut. Ada 3 mode yang ada pada VTP yaitu VTP , VTP Client, dan juga VTP Transparent.

VTP Server

Switch yang bertugas untuk mengirimkan dan mendistribusikan VLAN database pada Switch VTP Client, pada Switch ini kita bisa memasukan VLAN yang ingin kita konfigurasi pada Switch. Pada Switch server kita dapat memodifikasi VLAN database seperti menambahkan, mengubah, dan menghapus.

VTP Transparent

Switch dengan mode ini hanya meneruskan VLAN database yang dikirim oleh server menuju Switch lainnya, tidak bisa mengambil atau mensingkronkan VLAN database dari server. Tetapi pada Switch mode transparent kita dapat membuat VLAN untuk dia sendiri tetapi tidak akan dikirimkan.

VTP Client

Switch dengan mode VTP Client akan menerima VLAN Database yang dikirim server dan memasukannya dalam VLAN Database Client itu sendiri (sync), pada Switch Client kita tidak dapat melakukan modifikasi terhadap VLAN Database seperti menambahkan, menghapus, dan merubah.

Baca juga :  Cisco ISE (Identity Service Engine) : Pengertian

 

VTP Server ini mempunyai akses yang penuh atas pembuatan Vlan atau pada pengubahan pada domain tersebut. Sedangkan, VTP Client hanya mempunyai akses yang digunakan untuk memodifikasi konfigurasi Vlan pada dirinya sendiri. Kemudian ada VTP Transparent yang mana switch yang ada di dalam mode transparent ini tidak bepartisipasi di dalam VTP.

Baca Juga : Pengertian Quality of Service (QoS)

Access Control List

Komponen selanjutnya terdapat Access Control List yang merupakan pengelompokan paket berdasarkan kategori. Access Control List juga mempunyai tujuan yaitu mengatur keluar masuknya traffic ke dalam maupun keluar dari router.

Tidak hanya itu, komponen ini juga mengizinkan atau bahkan menolak pernyataan bahwa sebuah traffic bisa ke segmen jaringan dan ketika dari segmen jaringan berdasarkan pada alamat yang ada pada alamat pengirim, alamat IP tujuan, nomor dari paket dan juga tipe protocol yang digunakan. Jika sesuai dengan permintaan maka akan diizinkan dan jika tidak maka akan otomatis ditolak. Baca selengkapnya https://www.menggunakan.id/access-control-list/

Contoh Konfigurasi

vlan trunking protocol

Ketika Anda menggunakan salah satu protocol dari yaitu VTP (Vlan Trunking Protocol), Anda harus mengetahui bahwa ada 2 protocol VTP yang utama pada saat ini yaitu IEEE 802.1q dan juga Cisco ISL. Untuk pemilihan protocol VTP ini normalnya dengan pemilihan berdasarkan piranti platform hardware yang hendak digunakan.

Baca juga :  Kecepatan Starlink di Indonesia

Adapun contoh konfigurasinya dengan menggunakan switch yaitu bisa memasukkan perintah seperti  di bawah ini pada masing-masing switch:

Buat Vlan terlebih Dahulu :
Switch>en
Switch#conf t
Switch(config)#vlan 10
Switch(config-vlan)#name R1
Switch(config-vlan)#ex
Switch(config)#vlan 20
Switch(config-vlan)#name R2
Switch(config-vlan)#ex
Switch(config)#vlan 30
Switch(config-vlan)#name R3
Switch(config-vlan)#ex

Kemudian setting VTP dengan cara sebagai berikut :
Switch(config)#vtp mode server
Switch(config)#vtp domain menggunakan.id
Switch(config)#vtp password rahasia

Setelah itu setting trunk : 
Switch(config)#int fa0/1

Switch(config-if)#switchport mode trunk

Berikut selengkapnya (Lihat Gambar)

vtp

 

Setelah itu kita konfigurasi Switch mode Transparent :

Setting vtp :
Switch>en
Switch#conf t
Switch(config)#vtp mode transparent
Switch(config)#vtp domain menggunakan.id
Switch(config)#vtp password rahasia

Switch(config)#ex

Setting Trunk :
Switch(config)#int range fa0/1-2
Switch(config-if-range)#switchport mode trunk
Switch(config-if-range)#ex

Lihat Gambar :

vtp mode transparent

Setelah selesai semua konfigurasi, kemudian lihat konfigurasi vlan di masing masing switch dengan perintah sebagai berikut :

Switch#show vlan brief

Itulah beberapa hal yang bisa Anda ketahui mengenai pengertian, fungsi dan juga cara konfigurasi ketika menggunakan VTP (Vlan Trunking Protocol). Meskipun bukan seorang praktisi IT, tidak ada salahnya jika Anda bisa memahami protocol-protocol yang ada di jaringan komputer.

Hal ini bisa menjadi bermanfaat karena siapa tahu Anda akan melakukan konfigurasi mandiri suatu saat nanti. Dengan begitu Anda tidak akan kebingungan lagi, karena sudah mengetahui hal tersebut sedari awal. Semoga bermanfaat.

Also Read

Bagikan:

Leave a Comment