Mengenal tentang Load Balancing

No comments
load balancing

: Pengertian, Fungsi, dan Tujuan.

load balancing

Load Balancing – Apakah kamu pernah mengakses sebuah situs website untuk melakukan pembelian tiket konser? Website seperti Loket.Com, Tiket.Com, maupun Blibli pernah menjadi situs website yang melayani penjualan tiket konser. Tentunya pada saat melakukan penjualan tiket akan ada banyak pelanggan yang memasuki website tersebut.

Namun, tidak jarang beberapa website di atas berhasil terhindar dari gangguan atau masalah down. Salah satu yang membuat website mereka berhasil terhindar dari gangguan tersebut karena adanya penggunaan load balancing.

Apa itu load balancing? Apa fungsi load balancing dalam sebuah website? Dan, apa tujuan load balancing? Di artikel ini, kita akan membahas lebih rinci mengenai load balancing.

Pengertian Load Balancing

Load balancing adalah metode pendistribusian lalu lintas (traffic) secara merata pada sebuah server. Seperti yang disebutkan sebelumnya, sebuah website maupun aplikasi perlu memproses jutaan pengguna secara bersamaan dan memberikan informasi berupa teks, video, gambar, dan data lain yang benar kepada setiap pengguna dengan cara yang cepat dan tetap stabil.

Baca juga :  Mengenal Jaringan Komputer Internet: Sejarah, dan 5 Manfaatnya!

Untuk bisa menangani beban traffic yang tinggi pada sebuah website atau aplikasi, sebagian besar aplikasi memiliki banyak server sumber daya dengan data duplikat. Maka diperlukanlah load balancer untuk mencegah satu server menjadi terlalu banyak bekerja yang dapat menyebabkan server tersebut mengalami gangguan.

Sebagai “polisi lalu lintas”, load balancing membawa ketertiban pada sebuah situasi yang berpotensi kacau. Beberapa load balancing juga melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan ketersediaan dan mencegah masalah yang dapat menyebabkan server down. Selain itu, load balancing dapat memberikan terpusat di seluruh kelompok server yang lebih mudah dikelola. – Menggunakan.id

Fungsi Load Balancing

Lalu, apa saja fungsi dari load balancing? Berikut adalah fungsi load balancing sebagai pahlawan bagi sebuah website.

1.     Memudahkan Proses Distribusi Traffic Jaringan

Load balancing dikenal juga sebagai “polisi lalu lintas” pada sebuah jaringan, hal ini dapat memberikan ketertiban pada sebuah website. Dalam menjalankan tugasnya, load balancing akan mengeliminasi proses-proses yang tidak diperlukan atau dikenal dengan redundansi.

Baca juga :  OSPF Routing : Pengertian, Tujuan dan Contoh Konfigurasi pada Cisco

Cara kerja redundansi ini adalah ketika traffic website dikirimkan ke dua atau lebih server dan salah satu server mengalami kegagalan, maka load balancer akan mengalihkannya ke server lain yang masih tersedia.

2.     Memberikan Peningkatan Fleksibilitas

Load balancing memberikan fleksibilitas untuk menambah atau mengurangi server sesuai permintaan klien atau beban jaringan secara seimbang. Dengan beban jaringan yang seimbang, administrator sebuah website dapat memiliki fleksibilitas dalam menangani traffic yang ada pada website.

Dengan begitu, administrator website dapat melakukan tugasnya untuk melakukan pemeliharaan server secara bertahap tanpa perlu mematikan aktivitas pada website atau menunggu pada saat tidak ada pengunjung pada website.

3.     Meningkatkan Performa Sebuah Website

Load balancing berfungsi agar sebuah website tidak mengalami gangguan atau server down, maka dia akan melakukan tugasnya untuk memelihara server secara terus menerus. Hal ini dapat membuat performa website tetap stabil bahkan meningkat.

4.     Meminimalkan Waktu Respons Pengguna

Jika ada banyak yang memasuki website dalam satu waktu, pastinya akan membebani sebuah website. Namun dengan penggunaan load balancing, hal ini dapat membuat para pengguna memuat sebuah website secara cepat dan stabil.

Baca juga :  Access List (ACL) Cisco

Tujuan Load Balancing

Setiap harinya para pengguna akan memasuki sebuah website dan ini dapat menyebabkan traffic data yang tinggi. Dengan menggunakan load balancing hal ini bertujuan untuk membuat permintaan pengguna berjalan dengan lancar dan akurat. Maksudnya, saat kamu mengeklik sebuah gambar, gambar yang ditampilkan sesuai saat kamu pertama melihat dan tidak terjadi bug.

Load balancing bertujuan untuk menghindari terjadinya downtime pada sebuah website yang dapat membuat para pengguna merasa frustasi karena berurusan dengan aplikasi dan website yang tidak responsif.

Pada akhirnya, tujuan load balancing adalah membuat sebuah website ataupun aplikasi tetap digunakan oleh para pengguna. Tentunya jika sebuah website atau aplikasi memberikan informasi yang tidak responsif, hal ini akan membuat kita merasa malas untuk masuk ke website tersebut.

 

Also Read

Bagikan:

Leave a Comment