Pengertian Firewall : Jenis, Fungsi, dan Cara Kerja

No comments

Istilah pengertian berkaitan dengan opsi menu yang ada di pengaturan komputer. Umumnya, identik dengan ikon berbentuk bola dengan tertutup tembok bata yang warnanya merah. Ternyata, ikon ini adalah bagian dari opsi komputer.

Masih belum paham dengan istilah Firewall? jangan khawatir, pahami penjelasan lengkap dalam artikel ini sampai selesai ya.

Pengertian Firewall

 

Pengertian Firewall

Firewall adalah bagian dari sistem keamanan yang akan melindungi perangkat komputer dari ancaman virus ataupun malware yang membahayakan.

Secara umum, sistem ini membatasi kinerja koneksi dengan komputer atau bekerja menjadi sekat.

Dengan demikian maka komputer dapat berperan dalam mengatur informasi, mengelola data, dan mengatur kegiatan apa saja yang dapat dilakukan dari jaringan koneksi internet ke komputer ataupun sebaliknya.

Fungsi Firewall

Setelah memahami apa itu pengertian firewall maka untuk lebih jelasnya ketahui juga beberapa fungsinya. Antara lain, yaitu:

1. Mengakses

Fungsi pertama dari penggunaan firewall yaitu untuk memfasilitasi koneksi jaringan VPN. Dengan layanan tersebut maka akan memudahkan pengguna dalam mengakses jaringan koneksi internal.

Sehingga pengguna juga dapat situs website atau konten yang diblokir oleh pengguna tertentu. Hal tersebut akan membuat pengguna lebih mudah dalam meningkatkan produktivitas, data sharing, dan kolaborasi.

Baca juga :  Pengertian IP Address

2. Melindungi Data

Berikutnya, penggunaan firewall juga akan membantu dalam melindungi data pengguna dari hacker ataupun pengguna asing yang memang memiliki niat buruk.

Sesuai yang sudah dijelaskan bahwa firewall berperan sebagai sekat antara jaringan internet dengan komputer sehingga dapat melindungi data dari malware ataupun virus dari luar.

3. Memblokir Pesan yang Mengganggu

Fungsi firewall selanjutnya yaitu dapat memblokir pesan yang mengganggu. Umumnya, ketika perangkat komputer sudah terhubung dengan program firewall maka tidak akan mendapatkan pesan misterius yang menggangu perangkat.

Contoh pesan yang menggangu di perangkat komputer yaitu ATTENTION, Your Computer May Be Danger!.

Tak perlu khawatir apabila menjumpai pesan tersebut. Sebaiknya atasi dengan menginstall firewall dan pastikan memang sudah benar-benar terpasang di komputer.

4. Memblokir Konten

Tidak hanya dapat memblokir pesan yang dianggap mengganggu. Tetapi, firewall juga berfungsi untuk memblokir konten yang dianggap spam atau mempunyai virus. Jadi, perannya memang benar-benar dapat memblokir situs web dengan alamat yang spesifik.

Jadi, pengguna benar-benar dapat mengatur konten apa saja yang dapat diakses pada komputer tersebut atau tdak.

5. Bermain Game Online Lebih Aman

Umumnya, ketika bermain game online maka akan lebih mudah membuat pengguna lain untuk menyisipkan virus atau malware ke perangkat komputer. Dengan adanya program firewall di perangkat maka dapat menangkal semua malware dan virus tersebut masuk.

Sehingga saat bermain game online tak perlu takut akan ada virus ataupun malware yang masuk ke perangkat. Anda dapat bermain game dengan aman dan menyenangkan.

6. Memantau Bandwidth

Terakhir, fungsi penggunaan firewall yaitu memantau dan membatasi dari penggunaan bandwidth. Sehingga, dapat mengontrol penggunaan batasan bandwidth untuk gambar, video, ataupun musik. Sehingga dapat memprioritaskan penggunaan bandwidth untuk konten yang berkaitan dengan bisnis saja.

Jenis Jenis Firewall

Agar lebih memahami ruang lingkup pengertian Firewall maka ketahui juga jenis-jenisnya yang dapat digunakan berdasarkan fungsi penggunaannya. Antara lain, yaitu:

Baca juga :  Apa itu OS Mikrotik? Temukan Jawabannya di Sini

1. Cloud Firewall

Pertama, jenis firewall yaitu Cloud Firewall yang mempunyai fungsi untuk melindungi transaksi dan jaringan data yang memang berbasis cloud. Tentunya, jenis firewall ini dikelola untuk pengelola eksternal.

Istilah Cloud Firewall ini lebih dikenal dengan firewall-as-a-service (FaaS) fungsinya yaitu untuk melindungi infrastruktur cloud ataupun jaringan internal yang sudah bangun di dalam perangkat komputer.

2. Hardware Firewall

Berikutnya, terdapat Hardware Firewall yang merupakan komponen atau perangkat keras yang mendasari sistem jaringan. Contohnya seperti router ataupun modem.

Jenis firewall yang satu ini mempunyai konfigurasi untuk dapat menjalankan kinerjanya secara efektif. Sehingga jenis ini menjalankan teknik filter sesuai dengan sumber, packet utama, dan tujuannya.

Dengan begitu, sistem internalnya akan membandingkan data yang perlu di drop untuk diteruskan ke tujuan.

3. Software Firewall

Software firewall umumnya dalam bentuk aplikasi terpisah yang merupakan fitur antivirus tambahan. Utamanya dapat melindungi perangkat dari virus Worm dan Trojan.

Tentunya, fungsi firewall ini untuk melindungi jaringan internet bagi pengguna dalam ruang lingkup sedang.

Perannya dapat melindungi trafik dari internet ke komputer ataupun dari komputer ke internet.

4. Packet-filtering Firewall

Packet-filtering Firewall sesuai dengan namanya kinerjanya yaitu menyaring berbagai paket yang akan masuk ke dalam sistem.

Jadi, saat proses transfer data terjadi ternyata tidak dikirim dalam bentuk packet. Melainkan, hanya paket yang sudah difilter yang dapat masuk ke sistem.

5. Circuit-level Gateways

Circuit-level Gateways kinerjanya di bagian session pada sistem OSI Model. Fungsinya yaitu untuk memastikan setiap session dan koneksi sudah melewati TCP (Transmission Control Protocol) dengan aman.

6. Stateful Inspection Firewall

Selanjutnya, Stateful Inspection Firewall merupakan jenis firewall yang dapat melacak paket yang masuk ke sistem dari asalnya hingga berhasil melewati TCP.

Baca juga :  5 Pengertian Instalasi Jaringan, Kamu Wajib Tahu!

Ternyata jenis ini mempunyai tingkat keamanan yang tinggi untuk melindungi data. Tetapi, tidak cocok digunakan pada komputer dengan spek yang rendah.

7. Firewall

Proxy firewall mempunyai kinerja sebagai perantara antara dengan komputer yang terkomunikasi dalam jaringan koneksi internet. Dimana kinerjanya yaitu meneruskan request dari komputer yang menjalankan perintah seolah-olah diminta oleh proxy tersebut.

Proxy berperan melindungi identitas komputer, sehingga terbebas dari berbagai virus ataupun malware yang membahayakan kinerja komputer.

8. Next-generation Firewall

Next-generation Firewall merupakan perangkat keamanan yang dapat menggabungkan berbagai fungsi dari jenis firewall yang lain. Contohnya seperti menggabungkan fungsi cek data, dan menjalankan koneksi plus session TCP.

Cara Kerja Firewall

Kinerja dari program firewall yaitu untuk menyaring data yang ada di jaringan internet. Jika belum paham mengenai kinerjanya maka pahami cara kerja firewall di bawah ini.

1. Stateless atau Packet Filtering

Cara kerja firewall dimulai dengan menjalankan instruksi sesuai dengan aturan tertentu. Sehingga dapat mengizinkan suatu data untuk masuk ke jaringan atau tidak.

Setiap paket data yang dikirimkan akan dicek satu per satu. Jika dianggap berbahaya maka tidak diizinkan masuk.

2. Proxy Service Menghubungkan Sistem ke Jaringan

Setelah melakukan proses filtering maka firewall akan mencoba untuk menghubungkan sistem ke koneksi jaringan menggunakan proxy.

Disini proxy membantu sistem untuk menyembunyikan identitas perangkat komputer yang digunakan. Proxy hanya benar-benar mengcopy mekanisme antar jaringan untuk mengecek informasi secara terpusat.

3. Stateful Inspection

Terakhir, kinerja firewall yaitu Stateful Inspection dimana sistem menulusuri aktivitas paket sebelumnya ke database. Jika semuanya positif maka akan diteruskan ke sistem tujuan.

Dapat disimpulkan mengenai pengertian firewall, fungsi, jenis dan cara kerjanya yang memang mengutamakan perlindungan data pada sebuah perangkat komputer. Agar tidak mudah terserang virus atau malware.

Also Read

Bagikan:

Leave a Comment