Pengertian Protocol Data Unit (PDU)

No comments
protocol data unit

(Protocol Data Unit) : Pengertian, Fungsi, dan Contoh Konfigurasi

protocol data unit

PDU (Protocol Data Unit) – Pada sebuah komputer, kita mengenal sebagai standar yang mengatur terjadinya hubungan, komunikasi maupun perpindahan data antara dua atau lebih komputer. Perpindahan data pada komputer ini dikendalikan oleh PDU (Protocol Data Unit) di mana pada masing-masing PDU memiliki kontrol informasi dan data.

Lalu, apa yang dimaksud dengan PDU (Protocol Data Unit)? Apa fungsi PDU pada sebuah komputer, dan apa saja contoh konfigurasi PDU? Berikut ini akan kami jelaskan secara mendalam mengenai hal-hal tersebut.

Pengertian PDU (Protocol Data Unit)

Dalam , PDU (Protocol Data Unit) adalah sistem pengiriman data berlapis yang berkomunikasi dengan perangkat jaringan atau dengan protokol dalam mesin yang sama. Setidaknya ada lima lapisan unit data protokol yang dinamai, namun lapisan kelima dan di atasnya diklafikasikan sebagai hal yang sama, sehingga hasilnya bisa ada lebih dari lima lapisan.

Ketika bekerja dengan tumpukan protokol multilayer, seperti rangkaian jaringan TCP/IP, pengunaan PDU yang benar merupakan hal terpenting. Dalam protokol jaringan, terutama yang dikembangkan dalam kerangka model referensi berlapis, setidaknya terdapat dua model referensi berlapis, yaitu model Open Systems Interconnection (OSI) tujuh lapis atau model TCP/IP lima lapis. – Menggunakan.id

Baca juga :  Gateway Adalah: Pengertian, 5 Fungsi dan 6 Jenis Serta Cara Kerjanya!

Fungsi Protocol Data Unit

Selain pengertian yang sudah dijelaskan di atas tentunya PDU ini mempunyai beberapa fungsi yang bisa didapatkan oleh para pengguna , tentunya hal ini akan membuat Anda lebih paham lagi mengenai PDU dan juga mengenai VTP. Fungsi-fungsi tersebut antara lain:

Sebagai Addressing

Addressing atau yang biasanya disebut dengan alamat IP ini terdiri dari beberapa bagian pada header dan juga bagian data. Pada bagian header sendiri terdapat alamat yang bisa mengidentifikasi komputer yang digunakan untuk mengirim data dan juga pada komputer penerima data.

Informasi tersebut digunakan Router untuk bisa mengarahkan pada paket yang ada melewati sebuah jaringan komunikasi yang sudah terhubung antar komputer. Dengan adanya jaringan yang sudah saling terhubung tentunya bisa mengetahui alamat komputer dengnan mudah.

Timeouts

Pada IP Packet atau alamat IP mengandung adanya self-destructive counter yang mana hal tersebut dapat membatasi umur paket uang berbeda. Jika ada paket yang kadaluarsa, maka dengan otomatis akan dihancurkan. Dengan begitu, jaringan yang ada tidak akan mengalami overloaded.

Reassembly

Salah satu fungsi pada IP (Internet Protocol) yaitu melakukan fragmentation atau dengan cara memecahkan paket menjadi beberapa bagian yang lebih kecil. Hal yang satu ini dibutuhkan karena adanya Unit Transmisi Maksimum (MTU) mempunyai ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan paket pada aslinya.

Jika paket tersebut sudah bisa dipecahkan, maka fragmen tersebut bisa melewati di tautan. Tidak hanya itu, fragmen juga akan disusun ulang atau istilahnya adalah di reassembly oleh router perantara. Dengan begitu penerima paket akan menerima data dengan utuh.

Baca juga :  Mengungkap Rahasia Harga Bandwidth Dedicated: Panduan Lengkap untuk Memilih Layanan Terbaik

Options

IP yang ada ternyata juga mempunyai fitur tambahan yang mana bisa memungkinkan komputer pengirim bisa membuat keputusan misalkan saja seperti dari suatu paket tersebut, bagian mana yang akan diterima oleh komputer penerima.

Maka dari itu paket perlu ditambahkan adanya sistem , hal ini dikarenakan agar komputer penerima dapat menemukan bagian tersebut

Sejatinya, PDU berfungsi untuk membuat dan mengirimkan data di antara dua protokol atau proses. Namun untuk bisa mengirimkan menjadi sebuah data terdapat beberapa lapisan pada paket data, yang di mana semakin banyak lapisan berarti semakin jauh data tersebut dari tingkat fisik. Lapisan data pada PDU memiliki fungsi sebagai berikut:

1.     Layer 1 (Physical Layer)

Layer 1 juga dikenal sebagai tingkat fisik. Lapisan ini merupakan satu-satunya lapisan fisik yang digunakan untuk berkomunikasi dengan perangkat keras, yang mengangkut informasi dalam bentuk biner.  Pada saat data ditransfer, data dimulai dari lapisan tertinggi dan terus mengalir hingga lapisan paling bawah. Power Data Unit pada lapisan ini adalah bits.

2.     Layer 2 ( Access Layer)

Layer 2 memiliki fungsi sebagai lapisan data link (penghubung data). Lapisan kedua akan menambahkan footer dan mengubah data menjadi bit untuk lapisan pertama dan informasi dapat dikirim ke lapisan selanjutnya. Power Data Unit pada lapisan ini adalah frame.

3.     Layer 3 (Internet Layer)

Layer 3 berfungsi sebagai lapisan jaringan yang berkomunikasi antar jaringan. Power Data Unit pada lapisan ini adalah packet.

4.     Layer 4 (Transport Layer)

Layer 4 dikenal sebagai lapisan transport, pada lapisan ini data siap untuk dikirimkan. Power Data Unit pada lapisan ini adalah Segments untuk TCP dan datagram untuk UDP.

Baca juga :  3 Keuntungan dan Cara Kerja Server Softswitch PBX

5.     Layer 5 (Application Layer)

Pada layer ke-5 atau ke atas, lapisan ini disebut sebagai data dan berada di atas dalam hierarki komputer. Power Data Unit pada lapisan ini adalah data.

Contoh Konfigurasi PDU (Protocol Data Unit)

Setelah melalui beberapa lapisan, PDU akan menghasilkan sebuah konfigurasi. Setidaknya kita mengenal beberapa konfigurasi PDU sebagai berikut.

1.     TELNET

TELNET atau dikenal dengan Network Terminal Protocol merupakan data yang menyediakan remote login dalam sebuah jaringan.

2.     FTP

FTP merupakan kepanjangan dari File Transfer Protocol yang digunakan untuk melakukan file transfer.

3.     SMTP

SMTP adalah Simple Mail Transfer Protocol yang memiliki kegunaan untuk mengirimkan electronic mail (e-mail).

4.    

DNS atau Domain Name Service memiliki fungsi untuk memetakan IP Addres ke dalam sebuah nama tertentu.

5.     RIP

RIP ( Information Protocol) merupakan protokol routing.

6.     OSFP

OSFP (Open Shortest Path First) sama seperti RIP yang berfungsi sebagai protokol routing.

7.     NFS

NFS merupakan kepanjangan dari Network File System. Kita sering melihat konfigurasi ini untuk sharing file terhadap berbagai host yang ada dalam jaringan.

8.    

Tentunya kita sudah sering mendengar kata “HTTP”. HTTP merupakan kepanjangan dari Hyper Text Transfer Protocol, protokol ini digunakan untuk data pada web browsing.

 

Kesimpulan

Protocol Data Unit adalah sistem pengiriman data berlapis yang memiliki fungsi untuk mengirimkan data antara dua protokol atau proses dalam sebuah mesin yang dapat menghasilkan beberapa konfigurasi.

 

 

Also Read

Bagikan:

Leave a Comment