Cara Backup Settingan Mikrotik dengan Mudah

No comments

Dalam melakukan backup mikrotik kita tidak bisa melakukannya secara asal, salah-salah perangkat mikrotik justru bisa rusak sehingga tidak dapat digunakan lagi. Oleh karena itu perlu melakukan backup yang sesuai dengan cara backup settingan mikrotik yang benar.

Jika kita melakukan cara backup settingan mikrotik dengan benar maka kita tidak pelu lagi bersusah payah melakukan pengaturan secara manual untuk mengembalikannya seperti semula, sebab dengan memiliki file hasil backup konfigurasi mikrotik kita hanya perlu melakukan beberapa langkah saja.

Dengan hanya meng-klik menu restore file backup mikrotik, maka kita akan mendapatkan konfigurasi seperti semula.

Baca Juga : Load Balancing Mikrotik : Pengertian, Fungsi & Jenisnya – IT Network

Perbedaan Backup dan Export

Cara Backup Settingan Mikrotik

Saat akhttps://itnetwork.id/an melakukan backup, perlu kamu ketahui bahwa mikrotik tidak hanya melayani fitur backup saja, tetapi juga export. Lalu apa perbedaan dari kedua fitur tersebut? Mari kita simak artikel berikut ini.

Baca juga :  Hardware Jaringan Komputer: Ada 8 Jenis dan Fungsinya?

Fitur export umumnya digunakan untuk menyimpan konfigurasi mikrotik berupa file text. File ini dapat diakses melalui aplikasi notepad atau text editor yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Dengan menyimpan konfigurasi melalui fiur export, maka kita bisa melakukan restore config mikrotik di perangkat dengan tipe yang berbeda. Hal ini tak sama dengan fel hasil back up yang  tidak bisa dibuka melalui aplikasi serupa. Berikut perbedaan export dan backup selengkapnya.

  1. Hasil backup mikrotik tidak bisa di restore di perangkat yang berbeda jenis dengan perangkat mikrotik sebelumnya.
  2. Hasil export mikrotik memiliki isi berupa perintah yang bisa direstore di semua jenis perangkat mikrotik. Bahkan file dari hasil export bisa langsung dicopy paste, sedangkan file hasil backup tidak bisa.
  3. Melakukan backup mikrotik bisa melalui menu file di Winbox atau Webfig dan command line di teminal, sedangkan export hanya bisa dilakukan di command line di terminal.

Cara Backup Mikrotik

Cara Backup Settingan Mikrotik

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, cara backup settingan mikrotik bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu melalui Winbox dan juga command line di terminal. Berikut ini penjelasannya.

Baca juga :  3 Macam Topologi Jaringan Fiber Optik dan Penjelasannya

1. Cara Backup Settingan Mikrotik di Winbox

  • Jika kamu belum memiliki Winbox maka haruslah download terlebih dahulu, jika sudah silakan login ke mikrotik melalui Winbox.
  • Klik menu file, lalu klik submenu backup. Setelah itu akan langsung tampil jendela backup, klik backup.
  • Sebelum itu kamu juga bisa memberikan nama pada file backup tersebut sesuai dengan format default berupa identitas-tanggal-waktu. Kamu juga memberikan password pada file ini, dengan begitu saat akan melakukan restrore kamu harus memberikan password yang sesuai.
  • Setelah itu file backup tersebut akan tampil dideretan list menu file yang bisa kita copy untuk diseimpan di perangkat komputer ataupun laptop.

2. Cara Backup Settingan Mikrotik melalui Command Line di Terminal

  • Kamu bisa melakukan login mikrotik melalui SSH, Telnet atau console maupun Winbox
  • Jika kamu login mikrotik melalui Winbox, maka masuk ke terminal lalu ketikkan perintah backup mikrotik berikut: system backup save.
  • Perintah backup tersebut akan langsung membuat file backup tanpa password dengan nama file sama dengan bentuk perintah di atas.
  • Selanjutnya kamu juga bisa menambahkan nama lain atau mengganti nama pada file backup tersebut.
Baca juga :  Router IP SLA, Service Level Agreement : Pengertian dan Fungsi

Baca Juga : 3 Cara Reset Mikrotik Di Winbox dengan Mudah

Itulah cara backup settingan mikrotik yang bisa langsung kamu praktikkan setelah membaca dan memahami serta mempelajari artikel ini. Semoga pembahasan ini bermanfaat.

Also Read

Bagikan:

Leave a Comment